Kamis, 20 Juni 2013


Peran sektor luar negeri pada Perekonomian Indonesia

Description: http://t0.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcSEjxuvJZR28BIlaKa3td1zy77w-iLPo-i03-qoD-PQ71sG5yTLPA

Nama Kelompok
Amalia rahma putri (20212686)
Dina Fidya Sari ( 22212163 )
Dinariah Rahmadini ( 22212176 )
Putri Wulan Sari Kosnadi ( 23209191 )
Machdar Helmi

Universitas Gunadarma Kampus J
Jl. KH Noer Ali, Kalimalang Bekasi (eks Duta Plaza)
KATA PENGANTAR

Puji dan Syukur Penulis Panjatkan ke Hadirat Tuhan Yang Maha Esa karena berkat limpahan Rahmat dan Karunia-Nya sehingga penulis dapat menyusun makalah ini tepat pada waktunya. Makalah ini membahas tentang ‘PEREKONOMIAN INDONESIA’ .
Dalam penyusunan makalah ini, penulis banyak mendapat tantangan dan hambatan akan tetapi dengan bantuan dari berbagai pihak tantangan itu bisa teratasi. Olehnya itu, penulis mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada semua pihak yang telah membantu dalam penyusunan makalah ini, semoga bantuannya mendapat balasan yang setimpal dari Tuhan Yang Maha Esa.
Penulis menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari kesempurnaan baik dari bentuk penyusunan maupun materinya. Kritik konstruktif dari pembaca sangat penulis harapkan untuk penyempurnaan makalah selanjutnya.
Saya berharap semoga Allah memberikan imbalan yang setimpal pada mereka yang telah memberikan bantuan, dan dapat menjadikan semua bantuan ini sebagai ibadah, Amiin Yaa Robbal ‘Alamiin.
Semoga materi ini dapat bermanfaat dan menjadi sumbangan pemikiran bagi pihak yang membutuhkan, khususnya bagi saya sehingga tujuan yang diharapkan dapat tercapai, Amiin.
Akhir kata semoga makalah ini dapat memberikan manfaat kepada kita sekalian.


Pedagangan Antar Negara
Perdagangan internasional adalah perdagangan yang dilakukan oleh penduduk suatu negara dengan penduduk negara lain atas dasar kesepakatan bersama. Penduduk yang dimaksud dapat berupa antarperorangan (individu dengan individu), antara individu dengan pemerintah suatu negara atau pemerintah suatu negara dengan pemerintah negara lain. Di banyak negara, perdagangan internasional menjadi salah satu faktor utama untuk meningkatkanGDP. Meskipun perdagangan internasional telah terjadi selama ribuan tahun (lihat Jalur Sutra, Amber Road), dampaknya terhadap kepentingan ekonomi, sosial, dan politik baru dirasakan beberapa abad belakangan. Perdagangan internasional pun turut mendorong Industrialisasi, kemajuan transportasi,globalisasi, dan kehadiran perusahaan multinasional.
Faktor Spesifik
Dalam model ini, mobilitas buruh antara industri satu dan yang lain sangatlah mungkin ketika modal tidak bergerak antar industri pada satu masa pendek. Faktor spesifik merujuk ke pemberian yaitu dalam faktor spesifik jangka pendek dari produksi, seperti modal fisik, tidak secara mudah dipindahkan antar industri. Teori mensugestikan jika ada peningkatan dalam harga sebuah barang, pemilik dari faktor produksi spesifik ke barang tersebut akan untuk pada term sebenarnya. Sebagai tambahan, pemilik dari faktor produksi spesifik berlawanan (seperti buruh dan modal) cenderung memiliki agenda bertolak belakang ketika melobi untuk pengendalian atas imigrasi buruh. Hubungan sebaliknya, kedua pemilik keuntungan bagi pemodal dan buruh dalam kenyataan membentuk sebuah peningkatan dalam pemenuhan modal. Model ini ideal untuk industri tertentu. Model ini cocok untuk memahami distribusi pendapatan tetapi tidak untuk menentukan pola pedagangan.

Manfaat perdagangan internasional adalah sebagai berikut.
·         Menjalin Persahabatan Antar Negara
·         Memperoleh barang yang tidak dapat diproduksi di negeri sendiri
Banyak faktor-faktor yang memengaruhi perbedaan hasil produksi di setiap negara. Faktor-faktor tersebut di antaranya : Kondisi 
geografi, iklim, tingkat penguasaan iptek dan lain-lain. Dengan adanya perdagangan internasional, setiap negara mampu memenuhi kebutuhan yang tidak diproduksi sendiri.
·         Memperoleh keuntungan dari spesialisasi
Sebab utama kegiatan perdagangan luar negeri adalah untuk memperoleh keuntungan yang diwujudkan oleh spesialisasi. Walaupun suatu 
negara dapat memproduksi suatu barang yang sama jenisnya dengan yang diproduksi oleh negara lain, tapi ada kalanya lebih baik apabila negara tersebut mengimpor barang tersebut dari luar negeri.
·         Memperluas pasar dan menambah keuntungan
Terkadang, para 
pengusaha tidak menjalankan mesin-mesinnya (alat produksinya) dengan maksimal karena mereka khawatir akan terjadi kelebihan produksi, yang mengakibatkan turunnya harga produk mereka. Dengan adanya perdagangan internasional, pengusaha dapat menjalankan mesin-mesinnya secara maksimal, dan menjual kelebihan produk tersebut keluar negeri.
·         Transfer teknologi modern
Perdagangan luar negeri memungkinkan suatu negara untuk mempelajari teknik produksi yang lebih efesien dan cara-cara 
manajemen yang lebih modern.

Banyak faktor yang mendorong suatu negara melakukan perdagangan internasional, di antaranya sebagai berikut :
·         Faktor Alam/ Potensi Alam
·         Untuk memenuhi kebutuhan barang dan jasa dalam negeri
·         Keinginan memperoleh keuntungan dan meningkatkan pendapatan negara
·         Adanya perbedaan kemampuan penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi dalam mengolah sumber dayaekonomi
·         Adanya kelebihan produk dalam negeri sehingga perlu pasar baru untuk menjual produk tersebut.
·         Adanya perbedaan keadaan seperti sumber daya alam, iklim, tenaga kerja, budaya, dan jumlah penduduk yang menyebabkan adanya perbedaan hasil produksi dan adanya keterbatasan produksi.
·         Adanya kesamaan selera terhadap suatu barang.
·         Keinginan membuka kerja sama, hubungan politik dan dukungan dari negara lain.
·         Terjadinya era globalisasi sehingga tidak satu negara pun di dunia dapat hidup sendiri.


Hambatan perdagangan adalah regulasi atau peraturan pemerintah yang membatasi perdagangan bebas

Bentuk-bentuk hambatan perdangangan antara lain:
·         Tarif atau bea cukai. Tarif adalah pajak produk impor.
·         Kuota. Kuota membatasi banyak unit yang dapat diimpor untuk membatasi jumlah barang tersebut di pasar dan menaikkan harga.
·         Subsidi. Subsidi adalah bantuan pemerintah untuk produsen lokal. Subsidi dihasilkan dari pajak. Bentuk-bentuk subsidi antara lain bantuan keuangan, pinjaman dengan bunga rendah dan lain-lain.
·         Muatan lokal.
·         Peraturan administrasi.
·         Peraturan antidumping.

Hambatan perdangan mengurangi efisiensi ekonomi, karena masyarakat tidak dapat mengambil keuntungan dariproduktivitas negara lain. Pihak yang diuntungkan dari adanya hambatan perdangan adalah produsen dan pemerintah. Produsen mendapatkan proteksi dari hambatan perdagangan, sementara pemerintah mendapatkan penghasilan dari bea-bea.
Argumen untuk hambatan perdangan antara lain perlindungan terhadap industri dan tenaga kerja lokal. Dengan tiadanya hambatan perdangan, harga produk dan jasa dari luar negeri akan menurun dan permintaan untuk produk dan jasa lokal akan berkurang. Hal ini akan menyebabkan matinya industri lokal perlahan-lahan. Alasan lain yaitu untuk melindungi konsumen dari produk-produk yang dirasa tidak patut dikonsumsi, contoh: produk-produk yang telah diubah secara genetika.
Di Indonesia, hambatan perdagangan banyak digunakan untuk membatasi impor pertanian dari luar negeri untuk melindungi petani dari anjloknya harga lokal.
Berikut ini beberapa hambatan yang sering muncul dalam perdagangan internasional.
a. Perbedaan Mata Uang Antarnegara
Mata uang yang berlaku di setiap negara berbeda – beda. Negara yang melakukan kegiatan ekspor, biasanya meminta kepada negara pengimpor untuk membayar dengan menggunakan mata uang negara pengekspor. Pembayarannya tentunya akan berkaitan dengan nilai uang itu sendiri. Padahal nilai uang setiap negara berbeda-beda. Apabila nilai mata uang negara pengekspor lebih tinggi daripada nilai mata uang negara pengimpor, maka dapat menambah pengeluaran bagi negara pengimpor. Dengan demikian, agar kedua negara diuntungkan dan lebih mudah proses perdagangannya perlu adanya penetapan mata uang sebagai standar internasional.
b . Kualitas Sumber Daya yang Rendah
Rendahnya kualitas tenaga kerja dapat menghambat perdagangan internasional karena jika sumber daya manusianya rendah, maka kualitas dari hasil produksi(produk) akan rendah pula. Suatu negara yang memiliki kualitas produk rendah akan sulit bersaing dengan barang – barang yang dihasilkan oleh negara lain yang kualitasnya lebih baik. Hal ini tentunya menjadi penghambat bagi negara yang bersangkutan untuk melakukan perdagangan internasional.
c . Pembayaran Antarnegara Sulit dan Risikonya Besar
Pada saat melakukan kegiatan perdagangan internasional, negara pengimpor akan mengalami kesulitan dalam hal pembayaran. Apabila pembayarnya dilakukan secara tunai maka negara pengimpor akan mengalami kesulitan dan resiko yang tinggi, seperti perampokan. Oleh karena itu, negara pengekspor tidak mau menerima pembayaran secara tunai tetapi melalui kliring internasional atau telegraphic transfer atau menggunakan L/C.
d . Adanya Kebijaksanaan Impor dari Suatu Negara
Setiap negara tentunya akan selalu melindungi hasil produksinya sendiri. Mereka tidak ingin hasil produksinya tersaingi oleh hasil peoduksi dari luar negeri. Oleh karena itu, setiap negara akan memberlakukan kebijakan untuk melindungi barang-barang dalam negeri. Salah satunya dengan menetapkan tarif impor.
Apabila tarif impor tinggi maka produk impor tersebut akan menjadi lebih mahal daripada peoduk dalam negeri sehingga mengakibatkan masyarakat menjadi kurang tertarik untuk membeli produk impor. Hal itu akan menjadi penghambat bagi negara lain untuk melakukan perdagangan.
e . Terjadinya Perang
Terjadinya perang dapat menyebabkan hubungan antarnegara terputus. Selain itu, kondisi perekonomian negara yang sedang berperang tersebut juga akan mengalami kelesuan. Hal ini dapat menyebabkan perdagangan antarnegara akan terhambat.
f . Adanya Organisasi – Organisasi Ekonomi Regional
Biasanya dalam satu wilayah regional terdapat organisasi – organisasi ekonomi. Tujuan organisasi – organisasi tersebut adalah untuk memajukan perekonomian negara – negara anggotanya. Kebijakan serta peraturan yang dikeluarkannya pun hanya untuk kepentingan negara – negara anggota saja. Sebuah organisasi ekonomi regional akan mengeluarkan peraturan ekspor dan impor yang khusus untuk negara anggotanya. Akibatnya apabila ada negara di luar anggota organisasi tersebut melakukan perdagangan dengan negara anggota akan mengalami kesulitan.

Bentuk – bentuk hambatan perdagangan yang muncul akibat adanya kebijakan ekspor-impor, antara lain:
a. Tarif atau bea cukai
Tarif adalah pembebanan pajak (custom duties) terhadap barang-barang  yang melewati batas kenegaraan. Tarif dapat digolongkan menjadi beberapa bagian, antara lain :
  • Bea ekspor  =  pajak atau bea yang dikenakan terhadap produk yang diangkut menuju negara lain.
  • Bea transit =   pajak yang dikenakan terhadap produk yang melalui wilayah negara lain dengan ketentuan bahwa negara tersebut bukan merupakan tujuan akhir dari pengiriman.
  • Bea impor = pajak yang dikenakan terhadap produk yang masuk dalam suatu negara dengan ketentuan negara tersebut adalah merupakan tujuan akhir dari pengiriman produk.
  • Uang jaminan impor =  persyaratan bagi importir suatu produk untuk membayar kepada pemerintah sejumlah uang tertentu pada saat kedatangan produk di pasar domestik sebelum penjualan dilakukan.
b. Kuota Impor
Kuota membatasi banyaknya unit yang dapat diimpor. Tujuannya adalah untuk membatasi jumlah barang tersebut di pasar dan menaikkan harga produknya.
c. Subsidi
Subsidi adalah bantuan pemerintah untuk produsen lokal. Subsidi dihasilkan dari pajak yang dipungut pemerintah dari rakyat.
d. Exchage Control
Biasanya, negara – negara yang menggunakan kontrol devisa adalah mereka yang ekonomi lemah. Kontrol ini memungkinkan negara – negara yang ekonominya lebih stabil membatasi jumlah volatilitas nilai tukar mata uang yang masuk / keluar.
e. State Trading Operasion
State Trading Operasion adalah pemerintah dalam perdagangan melakukan kegiatan ekspor.
f. Peraturan anti-dumping
Politik Dumping adalah menjual suatu barang yang nilainya lebih tinggi dari harga beli, baik dijual di luar negeri maupun dalam negeri tetap mendapat untung. Adapun beberapa motif dari Politik Dumping, yaitu antara lain:
  • Barang-barang yang diminati oeh negara asal, supaya dapat terjual di luar negeri.
  • Memperkenalkan suatu produk dalam negeri ke negara lain.
  • Berebut pasar luar negeri.
Hambatan perdagangan mengurangi efisiensi ekonomi. Pihak yang diuntungkan dari adanya hambatan perdangan internasional adalah produsen dan pemerintah. Produsen mendapatkan proteksi dari hambatan perdagangan, sementara pemerintah mendapatkan penghasilan dari bea – bea.
Perkembangan Neraca Pembayaran

Selama PJP I neraca pembayaran telah berkembang ke arah struktur yang lebih seimbang. Apabila dalam dasawarsa 1970-an sumber penerimaan devisa Indonesia sebagian besar diperoleh dari ekspor migas, maka mulai dasawarsa 1980-an sumber penerimaan devisa sudah meluas. Ekspor nonmigas makin meningkat. Penerimaan jasa, terutama dari pariwisata juga meningkat. Impor nonmigas makin mengarah ke bahan baku dan penolong serta barang modal yang dibutuhkan untuk investasi dan industri di dalam negeri. Dalam transaksi modal, pinjaman luar negeri pemerintah, pemasukan modal swasta, termasuk PMA, merupakan pos pembiayaan penting. Dengan demikian, landasan neraca pembayaran makin beragam. Keadaan itu telah meningkatkan ketahanan perekonomian nasional terhadap guncangan yang terjadi, baik di dalam negeri maupun di dunia internasional.

Selama PJP I, nilai keseluruhan ekspor telah meningkat menjadi sekitar 43 kali atau rata-rata sebesar 16,0 persen per tahun, dari US$ 872 juta pada tahun 1968 menjadi US$ 37,2 miliar pada tahun 1993/94. Ekspor nonmigas meningkat lebih pesat lagi, yaitu rata-rata sebesar 16,7 persen per tahun atau menjadi sekitar 50 kali, dari US$ 569 juta pada tahun 1968 menjadi US$ 28,2 miliar pada tahun 1993/94


Selama Repelita V, keseluruhan nilai ekspor meningkat dengan rata-rata 13,4 persen per tahun, yaitu dari US$ 19,8 miliar pada tahun 1988/89 menjadi US$ 37,2 miliar pada tahun 1993/94. Selama kurun waktu tersebut ekspor nonmigas terus meningkat dengan pesat dan mantap, yaitu dengan rata-rata 18,2 persen per tahun, dan bahkan dalam 2 tahun terakhir meningkat dengan rata-rata 21,7 persen per tahun. Sumbangan ekspor nonmigas terhadap keseluruhan penerimaan ekspor semakin meningkat hingga diperki­rakan menjadi 75,8 persen pada tahun 1993/94. Perkembangan tersebut menunjukkan makin mampunya ekspor nonmigas berperan sebagai sumber penerimaan devisa utama. Di pihak lain, ekspor migas selama Repelita V hanya meningkat rata-rata sebesar 3,4 persen per tahun. Perkembangan itu menunjukkan pula makin berkurangnya ketergantungan penerimaan devisa dari migas.

Sejalan dengan meningkatnya kegiatan industri dan investasi di dalam negeri, kebutuhan akan barang impor terus meningkat, khususnya bahan baku dan penolong serta barang modal. Dalam PJP I nilai keseluruhan impor telah meningkat dengan rata-rata sebesar 15,1 persen per tahun, yaitu dari US$ 831 juta pada tahun 1968 menjadi US$ 29,2 miliar pada tahun 1993/94. Dalam Repelita V, nilai impor nonmigas meningkat dengan cukup tinggi pada dua tahun pertama, yaitu 21,3 persen dan 31,0 persen masing-masing pada tahun 1989/90 dan 1990/91. Hal itu terutama disebabkan oleh memanasnya kegiatan perekonomian dalam negeri. Dengan langkah penyejukan perekonomian, laju pertumbuhan impor nonmigas dalam tahun 1990/91-1993/94 dapat dikendalikan menjadi rata-rata 10,0 persen per tahun.

Pengeluaran devisa neto untuk jasa dalam PJP I meningkat dengan rata-rata 14,9 persen per tahun, yaitu dari US$ 328 juta pada tahun 1968 menjadi US$ 10,9 miliar pada tahun 1993/94. Dalam Repelita V, keseluruhan pengeluaran jasa neto meningkat rata-rata sebesar 8,1 persen per tahun, yang terdiri atas jasa sektor migas rata-rata sebesar 3,5 persen, dan sektor nonmigas rata-rata sebesar 10,2 persen per tahun. Penerimaan devisa dari pariwisata

dalam kurun waktu yang sama meningkat pesat rata-rata sebesar 21,6 persen per tahun, yaitu dari US$ 1,4 miliar pada tahun 1988/89 menjadi US$ 3,8 miliar dalam tahun 1993/94. Pembayaran bunga dan transfer keuntungan PMA serta bank-bank asing meningkat dengan rata-rata 6,1 persen per tahun. Transfer tenaga kerja di luar negeri meningkat rata-rata sebesar 23,1 persen per tahun.

Sebagai negara berkembang yang masih membutuhkan dana pembangunan yang besar, transaksi berjalan secara umum menun­jukkan defisit, kecuali pada tahun 1979/80 dan tahun 1980/81, pada waktu terjadi kenaikan harga minyak bumi dan harga ekspor komoditas lainnya. Besarnya defisit bervariasi seiring dengan perkembangan ekspor dan impor barang ataupun jasa. Defisit transaksi berjalan pada tahun 1989/90 adalah sebesar US$ 1,6 miliar, kemudian meningkat menjadi sebesar US$ 3,7 miliar pada tahun 1990/91, dan sebesar US$ 4,4 miliar pada tahun 1991/92. Besarnya defisit transaksi berjalan tersebut karena meningkatnya suhu perekonomian pada waktu itu. Selanjutnya, defisit transaksi berjalan dapat dikendalikan sehingga menjadi US$ 2,6 miliar pada tahun 1992/93, dan diperkirakan menjadi US$ 2,9 miliar pada tahun 1993/94.

Dana yang berasal dari luar negeri meliputi pinjaman pemerintah, pinjaman komersial sektor swasta, dan penanaman modal asing. Dalam PJP I pinjaman luar negeri pemerintah meningkat dari US$ 266 juta pada tahun 1968 menjadi US$ 5,9 miliar pada tahun 1993/94. Pinjaman terbesar diperoleh dalam bantuan proyek bersyarat lunak, kemudian disusul oleh pinjaman lainnya dan bantuan program. Sejalan dengan masa tenggang waktu dan meningkatnya pinjaman yang jatuh tempo, pelunasan pinjaman pemerintah naik dari US$ 3,8 miliar pada tahun 1988/89 menjadi US$ 5,1 miliar pada tahun 1993/94. Meskipun pelunasan pinjaman meningkat, dengan peningkatan ekspor, perbandingan pelunasan hutang pemerintah dan swasta terhadap nilai ekspor (Debt Service Ratio, DSR) menurun dari 37,5 persen pada tahun 1989/90 menjadi 30,5 persen pada tahun 1993/94.

Pemasukan modal (neto) sektor swasta selama PJP I mening­kat dari US$ 65 juta pada tahun 1968 menjadi US$ 6,7 miliar pada tahun 1993/94, atau meningkat rata-rata sebesar 20,1 persen per tahun. Dalam Repelita V, untuk 2 tahun pertama pemasukan modal neto swasta meningkat dengan cukup pesat, kemudian melambat dengan pengendalian moneter untuk mendinginkan suhu perekonomian. Penanaman modal asing (neto) meningkat dari US$ 585 juta pada tahun 1988/89 menjadi US$ 2,0 miliar pada tahun 1993/94.

Cadangan devisa selama PJP I berhasil dipelihara pada tingkat yang memadai untuk menciptakan iklim yang aman bagi kebutuhan transaksi luar negeri dan kebutuhan pembangunan nasional. Jumlah cadangan devisa selama Repelita V meningkat dari US$ 6,0 miliar pada tahun 1988/89 menjadi US$ 13,1 miliar pada tahun 1993/94. Jumlah cadangan devisa pada tahun 1993/94 cukup untuk membiayai impor (c.&f.) selama 5,5 bulan.

Peran Kurs Valuta Asing Pada Perekonomian Indonesia

Setiap negara mempunyai mata uang yang berbeda-beda. Mata uang yang dapat digunakan sebagai alat pembayaran di negara lain dinamakan valuta asing. Misalnya Pak Andre ingin mengimpor alat-alat elektronik dari Singapura. Untuk membayar barang-barang yang diimpornya, Pak Andre harus menukarkan mata uang rupiahnya menjadi mata uang Singapura. Mata uang Singapura ini disebut valuta asing.
Apabila sesuatu barang ditukar dengan barang lain, tentu di dalamnya terdapat perbandingan nilai tukar antara keduanya. Nilai tukar itu sebenarnya merupakan harga di dalam pertukaran tersebut. Demikian pula pertukaran antara dua mata uang yang berbeda, terdapat perbandingan nilai/harga antara kedua mata uang tersebut. Perbandingan nilai inilah yang sering disebut kurs (exchange rate). Misalnya US$1 sama dengan Rp9.200,00, berarti untuk mendapatkan satu dollar Amerika Serikat dibutuhkan Rp. 9.200,00. Kurs valuta asing seringkali mengalami perubahan, kadang menguat, namun terkadang juga melemah. Perubahan ini disebabkan karena permintaan dan penawaran mata uang asing. Sebagai contoh, pada tanggal 31 Maret 2008 nilai rupiah terhadap dollar Amerika Serikat sebesar Rp9.200,00 (US$1 = Rp9.200,00). Pada tanggal 1 April 2008, besarnya nilai rupiah terhadap dollar Amerika Serikat Rp9.203,00 (US$1 = Rp9.203,00). Berubahnya kurs rupiah terhadap dollar Amerika Serikat menunjukkan bahwa harga dollar Amerika Serikat semakin tinggi sehingga dapat disebut dollar Amerika Serikat menguat. Bagaimana dengan kurs rupiah terhadap dollar? Kuatnya nilai dollar terhadap rupiah menyebabkan nilai rupiah menurun.
Sebab-sebab perubahan permintaan dan penawaran valuta asing diantaranya :
·         Perubahan selera masyarakat terhadap komoditi luar negeri
Semakin banyak masyarakat Indonesia menyukai dan membutuhkan barang luar negeri, maka kebutuhan akan mata uang asing ($) akan semakin banyak pula untuk mendapatkan barang dari luar tersebut.
·         Perubahan iklim investasi dan tingkat bunga
Perubahan iklim investasi yang semakin aman dan menarik dapat menyebabkan arus modal asing makin banyak yang masuk, yang berarti penawaran modal asing berupa dolar meningkat.
·         Perubahan tingkat inflasi
Inflasi yang tinggi dapat menyebabkan komoditi ekspor kita kurang dapat bersaing di pasaran dunia. Karena dengan adanya inflasi yang tinggi, harga ekspor akan terasa mahal. Akibatnya jarang yang mau membeli komoditi ekspor kita. Hal ini identik dengan menurunnya penawaran dollar untuk membeli ekspor kita tersebut.
·         Iklim investasi
Prospek dan iklim investasi yang menarik (aman dan tingkat penghasilan yang tinggi) di Indonesia akan turut mempengaruhi banyak tidaknya penawaran dollar ke Indonesia. Semakin menarik maka nilai rupiah akan semakin tinggi (apresiasi).
Mata uang asing dapat diperjualbelikan. Tempat untuk jual beli valuta asing di bank devisa atau money changer. Penghitungan dalam jual beli valuta asing didasarkan pada kurs jual dan kurs beli. Kurs jual adalah kurs yang diberlakukan oleh bank apabila bank menjual mata uang asing. Adapun kurs beli adalah kurs yang diberlakukan oleh bank apabila membeli mata uang asing.
Apabila kita perhatikan di tempat-tempat penukaran valuta asing, harga kurs jual akan lebih tinggi dibandingkan kurs belinya. Mengapa demikian? Karena mereka ingin mendapatkan keuntungan. Keuntungan jual beli valuta asing dapat diperoleh dari selisih kurs jual dengan kurs beli.

Senin, 14 Januari 2013

Malangnya kerudungku

Ia ada untuk menjadi pembedaku
antara ingkar dan keyakinanku
karena aku adalah sejatiku

Ia ada untuk menjaga fitrahku
Kecantikan dan keindahan sejatiku
Karena kamu adalah kamu
Ia ada untuk menundukkan hatiku

Ia ada untuk mengekang kebiadaban dalam dadaku
Mengelokkan jasad yang penuh dengan cela ini

Malangnya kerudungku

Malangnya kerudungku
Juga untuk menutupi kesombongan-kesombonganku
Malangnya kerudung indahku

Menjadi alibi aib-aib yang samar dari mata zahir
Malangnya kerudungku
Tiba-tiba menjadi topeng dalam hidupku yang tak sempurna ini

Tanpa berani mendongakkan wajah
Sedetikpun tampanya
Untuk menutupi
Riya’ku…. Munafikku….. Ujubku

Malangnya kerudungku

ibu

ibu ..
Kalau kita berbicara Masalah seorang Ibu rasanya hati ini ingin menangis dikarenakan  belum bisa membahagiakan seorang ibu yang telah membuat saya lahir dimuka bumi ini, Seorang ibu yang telah menjaga selama 9 bulan dalam kandungan dan mempertaruhkan nyawanya demi kita supaya kita dapat lahir di dunia ini, Dengan ibu pula yang telah merawat kita sampai dewasa dan saya hanya bisa membuatkan Puisi Ibu untuk orang yang paling berjasa dalam hidup kita yakni seorang ibu.
Seorang Ibu memang Jasanya tak terhingga kepada kita, karena kasih sayang seorang Ibu kita bisa sampai menikmati hidup sampai sekarang, Mungkin Ibu bisa disebut juga dengan Malaikat dalam Hidupku. Maka jangan sia-siakan ketulusan dan kebaikan Ibu kepada kita, Bahagiakanlah Ibu kamu selagi Ibu kamu Masih Hidup.
Seperti yang kukutip dari Syair Iwan Fals "Dengan Apa kumembalas Ibu" apabila anda tidak mempunyai harga atau benda bahagiakanlah Ibu dengan Anak yang Soleh dan Sholehah karena Syurga ada ditelapak kaki Ibu, Okelah jangan panjang lebar untuk mengulas ini, kita langsung saja untuk membaca Puisi Ibu dibawah ini.

Bisnis Pulsa, “Usaha Sampingan selalu Menguntungkan”

Bisnis Pulsa, “Usaha Sampingan selalu Menguntungkan”

 

Bisnis Pulsa, "Usaha Sampingan selalu Menguntungkan"Zaman sekarang ini, memulai usaha sampingan menjadi suatu hal yang sering dipikirkan oleh manusia terutama anak muda. Tuntutan ekonomi plus kemajuan teknologi membuat rasa mempunyai satu pekerjaan bukanlah hal yang bisa jadi dijadikan andalan dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Salah satu bentuk usaha sampingan di Indonesia yang layak dipertimbangkan adalah bisnis pulsa. Usaha sampingan ini sangatlah prospektif, mengingat pengguna handphone di indonesia sekarang sudah hampir mencapai 200 juta orang. Dimana 80% lebih suka menggunkan layanan prabayar dan Lebih dari 75% nya lebih suka menggunakan layanan pulsa elektrik. 4 sebab utama bisnis ini layak digunakan sebagai usaha sampingan :
  1. Modal yang ringan  Sangatlah minim biaya yang harus anda keluarkan untuk memulai usaha sampingan ini, bahkan sekarang sudah ada banyak distributor pulsa yang menawarkan peluang ini secara gratis. Biaya depositpun terbilang minim pula. Secara umum, dengan 50.000 rupiah anda sudah bisa melakukan deposit.
  2. Resiko yang dihadapi relatif sangat kecil  Pulsa adalah kebutuhan yang hampir sama pentingnya dengan beras. pulsa sudah bukan lagi menjadi barang sekunder, sekarang sudah menjadi barang primer bagi banyak kalangan masyarakat indonesia. Pulsa merupakan barang yang tahan lama, tidak bisa rusak, distribusi yang efisien, dan mudah laku. Jika tidak laku, anda tidak usah khawatir, masih ada keluarga dan diri anda sendiri yang siap menjadi konsumen pulsa anda.
  3. Pasar yang luas  Segmentasi pasar dalam usaha sampingan ini sangatlah luas. penggunaan pulsa tidak memanndang siapa penggunanya. Mulai dari satpam, pekerja, manager, dll semuanya dibolehkan menggunakan pulsa. Mungkin anda bisa memanfaatkan satu segmen yang belum digarap dengan maksimal oleh para pembisnis pulsa di indonesia, “Segmen anak-anak” patut anda pertimbangkan sebagai terget konsumen jika anda menekuni bisnis sampingan ini.
  4. Tenaga dan waktu yang harus dikeluarkan sangatlah minim  Bisnis pulsa dapat dilakukan dimanapun dan kapanpun. Anda hanya perlu membawa handphone yang sudah terdepositkan sehingga sudah siap melayani order yang diterima. Anda masih bisa melakukan usaha sampingan ini walaupun disaat anda sedang melakukan pekerjaan utama anda.

Contoh Wirausaha dan Industri Kecil

Contoh Contoh Wirausaha

Contoh Wirausaha dan Industri Kecil

industri kecilMencari pekerjaan bagi sebagian orang memang gampang-gampang susah. Ada yang tanpa bersusah payah pekerjaan datang, namun ada juga yang berkeliling mencari lowongan pekerjaan belum juga mendapatkannya. Apakah Anda salah satunya? Jika Anda memiliki uang simpanan maka ada baiknya Anda mulai memikirkan untuk wirausaha modal kecil. Sesuai dengan namanya wirausaha modal kecil, tentu saja untuk memulainya hanya membutuhkan dana yang sedikit. Daripada uang Anda tidak digunakan untuk usaha sedangkan pengeluaran selalu ada, maka menggunakannya untuk usaha adalah pilihan yang tepat. Sebelum Anda menentukan macam usaha yang ingin Anda jalankan, maka Anda harus memperhatikan hal-hal berikut ini:
1. Kenali diri Anda sendiri, apakah Anda tipe orang yang lebih suka banyak bekerja dan sedikit bicara atau sebaliknya. Jika Anda tipe yang pertama maka untuk sebuah industri kecil Anda cocok di bagian produksi. Jika Anda tipe yang lebih suka keluar dan pandai berbicara maka Anda cocok di bagian pemasaran. Jangan sampai Anda memilih pekerjaan yang bertolak belakang dengan pribadi serta visi dan misi Anda.
2. Pilihlah usaha yang sesuai dengan modal yang Anda miliki. Tetapi jangan gunakan seluruh uang Anda untuk usaha tersebut, sisakan sebagaian untuk cadangan atau keperluan lain.
3. Banyaklah belajar pada orang lain yang berhasil mengelola industri kecil. Ambil pelajaran dari mereka tentang apa saja faktor yang membuat usaha mereka berhasil atau gagal. Tidak ada salahnya Anda bekerja pada mereka sambil belajar cara berwirausaha, setelah itu baru Anda memulai usaha sendiri.
4. Lihat peluang pasar, apakah industri kecil Anda memiliki kemungkinan prospek yang cerah.
Setelah Anda melakukan langkah di atas, maka langkah selanjutnya adalah Anda memilih usaha yang akan Anda kelola. Berikut ini beberapa ide contoh wirausaha dengan modal kecil yang mungkin dapat menginspirasi Anda:
1. Contoh pertama adalah menjadi sales roti basah. Yang Anda perlukan untuk memulai usaha ini adalah dana untuk membeli roti, kendaraan, keranjang untuk tempat roti. Pertama Anda melakukan survei beberapa pabrik roti yang ada di daerah Anda. Anda bisa memilih salah satu atau lebih, misalnya Anda memilih roti basah dengan berbagai macam rasa dan donat. Biasanya pabrik roti membuat ukuran dan harga roti yang berbeda-beda. Jika pasaran Anda di desa maka pilih roti dengan harga yang dapat dijangkau oleh masyarakat desa misalnya Rp.500,00 atau Rp.1.000,00. Tetapi jika pasaran Anda di kota seperti toko dan tempat-tempat kos, maka pilihlah roti dengan harga Rp. 1.500,00. Untuk roti seharga Rp.1.500,00 maka biasanya pabrik menjualnya dengan harga Rp.800,00 dan Anda dapat menjualnya dengan harga Rp.1.200,00 per roti. Jadi keuntungan tiap roti sekitar Rp.500,00 dan jika Anda dapat menjual 100 roti saja, maka Anda mendapatkan keuntungan sekitar Rp.50.000,00. Anda dapat menjualnya dengan sistem titip atau cash. Tiap tiga hari sekali tengoklah roti Anda, jika masih ada sisa Anda bisa memanfaatkannya sebagai pakan ikan.
2. Contoh wirausaha lain adalah Anda memanfaatkan sumber daya yang ada di sekitar Anda. Misalnya di daerah Anda banyak kelapa sehingga harganya murah, maka Anda bisa mencoba membuat VCO (Virgin Coconut Oil) yang laku di dunia kesehatan dan kosmetik. Kemudian air kelapanya dapat Anda gunakan untuk membuat natta de cocco atau Anda jual pada pembuat natta de cocco.
3. Usaha yang memanfaatkan sumber daya alam misalnya jika Anda tinggal di daerah pantai, maka Anda dapat mencari binatang laut yang tinggal di pasir pantai seperti undur-undur. Tentu saja yang dimaksud di sini adalah undur-undur laut yang tinggal di daerah pantai, berbentuk seperti ibu jari dan berwarna hitam dengan corak. Binatang yang memiliki nama ilmiah Myrmeleon sp. ini jika dimasak akan berubah warna menjadi oranye seperti udang. Mungkin binatang ini tidak terlalu populer dan hanya sedikit orang yang mencarinya. Namun ternyata undur-undur laris di daerah pantai yang menjadi tujuan wisata. Pada saat musimnya, Anda dapat memperoleh puluhan kilo undur-undur tiap harinya. Jika Anda memiliki dana lebih maka undur-undur ini dapat dikeringkan lalu diolah menjadi serbuk, setelah itu di kapsul. Undur-undur ini bermanfaat bagi penderita diabetes untuk mengobati penyakitnya.
4. Salurkan hobi Anda untuk memilih industri kecil, misalnya Anda suka membuat kue maka cobalah membuat kue yang layak jual. Carilah resep macam-macam roti atau pilihlah satu jenis roti yang menjadi favorit pasar Anda misalnya brownies, roti terang bulan, dan sebagainya. Buatlah kekhasan pada pada produk Anda supaya berbeda dengan yang lainnya sehingga mudah diingat pelanggan.
5. Atau Anda hobi menjahit maka buatlah desain-desain baju yang sedang diminati. Misalnya baju dengan motif batik yang sekarang banyak dilirik orang.
6. Contoh wirausaha lainnya adalah menjual produk obat herbal yang saat ini menjadi tren gaya hidup masyarakat. Biasanya pabrik jamu atau herbal akan memberi diskon yang cukup besar jika Anda membelinya dengan jumlah yang cukup banyak. Ada yang menetapkan pembelian minimal 5 juta rupiah akan mendapat diskon 50%. Anda dapat menjualnya di toko Anda, apotek-apotek, warung, atau Anda langsung mendatangi pelanggan. Selain itu Anda juga harus jeli siapa yang bisa menjadi pelanggannya karena tidak semua orang menyukainya.
Itulah beberapa wirausaha modal kecil yang mudah-mudahan bisa menjadi inspirasi bagi anda untuk memulai industri kecil.